Jauhnya lamunan
saat pemusafiran itu terjadi
antara hikmah dan kebaikan
diruang itu ada ujian dan dugaan
pabila insan itu diuji
mampukah ia?
yang pastinya ujian itu.... atau
apa sahaja yang berlaku pada diri kita adalah yang betul-betul kena pada tempatnya
tidaklah ia terlalu awal.
tidaklah ia terlalu lambat.
dan aku...? ku lantas diselubungi satu perasaan yang hanya Allah sahaja yang Mengetahui
bukan ku tidak pinta dan harapkan mereka memahami tetapi cukuplah Allah yang lebih Maha Mengetahui segalanya
“Dalam jantung hati ada keserabutan yang tidak dapat dibersihkan melainkan dengan mengadap Allah, padanya ada kesunyian yang tidak dapat dihilangkan melainkan perdampingan dengan Allah, padanya ada dukacita yang tidak dapat ditanggalkan kecuali dengan kegembiraan mengenali Allah dan ketulusan berhubungan denganNya, padanya ada kegusaran yang tidak ditenangkan melainkan bersama Allah dan kembali kepadaNya, padanya ada api kedukaan yang tidak dapat dipadamkan melainkan redha dengan perintah, larangan dan ketentuan Allah, menghayati kesabaran sehingga bertemuNya, padanya ada kefakiran yang tidak dapat ditampung melainkan dengan cinta dan penyerahan diri kepada Allah, sentiasa mengingatiNya, keikhlasan yang benar kepadaNya”.(Ibn Qayyim)
Allahumma arrifni nafsii -(ya Allah, kenalkan ku dengan diriku)
Untuk mengenal sebenar-benarnya diri sendiri, ianya amat susah tetapi boleh untuk diusahakanya. Ambil masa untuk mengasingkan diri dan fikir sedalam-dalamnya kenapa kita diciptakan, tujuan sebenar kita bermusafir dan insyaAllah dapat dapat.
No comments:
Post a Comment